Awal mulanya Kampung Blang Gele adalah salah satu Wilayah Asisten Wedana ketjamatan Bobasan, yang merupakan kampung sudah cukup lama keberadaannya mulai sejak jaman penjajahan Belanda dan merupakan kawasan potensial untuk perkebunan kopi hingga sampai saat ini. Dimana Masyarakat dari Tansaril ada yang membuka lahan di Kampung Blang Gele, keadaan saat ini tepatnya di kampung Gele Lah dan Sadong Jurumudi, Para penduduk Pendahulu Bersawah bertanam Padi di daerah Pestak yaitu wilayah Sadong Jurumudi.
Wilayah tersebut memiliki hamparan yang cukup rata dan di daerah tersebut hidup Pohon Gele (Nama Pohon dalam bahasa Gayo). Dengan adanya hamparan seperti lapangan dan batang pohon Gele tersebut maka penduduk setempat mengenal wilayah tersebut menjadi BLANG GELE dalam bahasa Gayo Blang artinya lapangan atau hamparan sedang Gele adalah nama Pohon kayu Gele.
Seiring berjalannya waktu dan pertambahan penduduk yang kian lama semakin meningkat maka untuk mempermudah roda pemerintahan maka kampung Blang Gele memekarkan Wilayahnya menjadi beberapa kampung yang Depenitif Mekar menjadi 5 Wilayah kampung yaitu
1. Kampung Blang Gele
3. Wilayah Atu Tulu di mekarkan, dari Pemerintahan Blang Gele
4. Wilayah Gelelah di mekarkan, dari Pemerintahan Blang Gele
5. Wilayah Sadong Juru Mudi di mekarkan, dari Pemerintahan Tansaril
6. Wilayah Blang Gele Calo di mekarkan, dari Pemerintahan Kemili